5 Kesalahan Saat Presentasi Ini Akan Membuat Audiens Pergi

photo-1422486578093-18e296095a04

photo-1422486578093-18e296095a04

Calon klien yang menolak proposal kita ataupun investor yang tidak berkenan mengucurkan dananya kembali adalah mimpi buruk bagi kita sebagai pebisnis.

Walaupun kita (merasa) sudah mempersiapkan bahan dengan baik atau bahkan penyampaian presentasi yang ciamik kepada mereka.

Namun, ada kalanya penolakan atau bahkan ketidakterarikan audiens seperti calon klien, investor atau atasan terhadap presentasi kita karena kita sering melakukan kesalahan dalam menyiapkan bahan dan saat men-deliver presentasi tersebut.

Tulisan dalam blog aksi-aksi manajemen kali ini membedah 5 kesalahan umum yang sering kali dilakukan ketika kita menyampaikan presentasi, yang didasarkan pada pengalaman pribadi, baik saat penulis mengikuti presentasi ataupun saat menyampaikan presentasi.

Mari kita bedah 5 kesalahan ini satu per satu.

Kesalahan #1 : Terlalu banyak humor. Siapa bilang semakin banyak humor, audiens semakin betah. Kecuali kalau kita sedang audisi stand up comedy, berapa lama pun presentasi audiens pasti akan betah (dan tentunya lawakannya pun harus benar-benar lucu). Namun tidak untuk yang satu ini.

Humor memang diperlukan sesekali sehingga menyegarkan audiens yang mulai terlihat lelah ketika mengikuti presentasi yang penuh dengan teks ataupun angka-angka. Tujuannya untuk sekedar relaksasi sebelum lanjut ke pembahasan topik selanjutnya.

Ketika menyampaikan proposal project, penyampaian sebuah hasil penelitian, ataupun data serta informasi yang membutuhkan keputusan penting, terlalu banyak humor dalam presentasi justru akan mengaburkan apa yang sebenarnya ingin disampaikan.

Kesalahan #2 : Text Only. Ilustrasi gambar dalam presentasi sangat diperlukan saat presentasi. Kebosanan audiens mulai muncul ketika presentasi kita hanya berisi teks saja, tanpa adanya ilustrasi gambar.

Hal ini kadangkala diperburuk dengan lay out presentasi yang pas-pasan. Tentunya, kesan pertama yang akan timbul adalah kurangnya persiapan. Walaupun minimalis, namun dengan penataan yang bagus, presentasi akan tetap menarik.

Presentasi yang ditampilkan hanya berupa teks saja, akan menyulitkan audiens melakukan analisa sebelum mengambil keputusan penting.

Tentunya menampilkan misalnya jumlah responden berdasarkan pendidikan, gender atau domisili tentu akan lebih menarik bila ditampilkan dalam sebuah diagram pie ataupun menampilkan progress sales per divisi, tentu akan lebih menggugah audiens ketika dalam presentasi ditampilkan grafik sales kinerja selama 5 bulan terakhir, atau bahkan proyeksi 5 bulan ke depan akan membuat presentasi lebih menarik.

Kesalahan #3 : Tidak Komunikatif. Saat presentasi, yang dihadapi bukanlah patung. Tetapi mereka adalah calon klien, investor, pelanggan, atasan atau bawahan. Mereka semua hadir untuk menyimak presentasi yang kita lakukan.

Artinya, mereka tidak hanya duduk diam. Berkomunikasilah dengan mereka. Sebagai contoh, untuk beberapa topik tertentu ajak salah satu audiens untuk berbicara singkat tentang pengalamannya. Atau sekedar bertanya setuju, tidak setuju atau pandangan lain kepada salah satu audiens. Ini pun sebagai salah satu cara, apakah mereka mengikuti presentasi atau tidak.

Memang akan ada sesi tanya jawab di akhir presentasi. Namun, kita pasti sudah melihat gelagat audiens yang tidak mengerti dengan salah satu topik yang sedang disampaikan. Ambil tindakan sebelum mereka memilih untuk keluar dari ruangan karena kita terlalu bersemangat berbicara tanpa menghiraukan audiens.

Kesalahan #4 : Memindah Isi Buku. Tujuan awalnya memang mau menampilkan konten yang lengkap. Tapi saat ini kita sedang melakukan presentasi, bukan sedang membacakan halaman sebuah buku.

Bila ingin merujuk ke sebuah buku, berikan referensinya sehingga audiens akan mencarinya sendiri (ini sebagai bukti juga bahwa mereka tertarik dengan presentasi kita). Penggunaan bullet point akan mempermudah penyampaian presentasi.

Memang tugas kita sebagai presenter melakukan resume terhadap referensi yang disampaikan dalam presentasi. Tetapi resume yang baik adalah yang ringkas dan padat. Langsung kena sasaran.

Kesalahan #5 : Audiens tidak mengerti. Inilah yang akan menjadi mimipi buruk bagi seorang presenter. Sesi tanya jawab di akhir presentasi yang sepi peminat, bukan melulu menunjukan bahwa presentasi berhasil membuat audiens mengerti.

Justru kadang kala sebaliknya. Salah satu audiens ingin bertanya, namun dia khawatir bahwa jangan-jangan dia saja yang tidak mengerti. Sehingga dia mengurungkan pertanyaanya.

Ingat dengan pelajaran agar kita perlu mengenali audiens sebelum presentasi? Lakukanlah. Ada audiens yang senang dengan angka-angka. Ada juga yang senang dengan presentasi berbasis tutorial atau “how to”. Pastikan presentasi kita tepat sasaran.

Itulah 5 KESALAHAN yang layak diperhatikan ketika kita ingin men-deliver sebuah presentasi. Menghindari kesalahan-kesalahan ini akan membuat tujuan presentasi tercapai. Perlu manajemen diri agar presentasi terkesan siap.

Screenshot_2017-12-03-16-28-58-1

Berlangganan dan Download Ebook Gratis

5 thoughts on “5 Kesalahan Saat Presentasi Ini Akan Membuat Audiens Pergi”

  1. Good…ada proxy (tidak tahu siapa sumbernya) utk besaran huruf…berapa kira2 rata2 umur audiens, lalu dibagi 2…
    Salam…
    ES

  2. Kebiasaan waktu kuliah (bahkan mungkin sampai kini), saat presentasi di kelas pasti grogian dan selalu membaca slide yg ditampilkan. Bukan hanya pada saya saja, tapi juga teman-teman kebanyakan. Barangkali pengalaman dan perjalanan hiduplah yang akan memperbaiki itu semua.

    1. Ya Mas Hamdani,
      Learning by Doing.
      Nanti akan ketemu waktunya, kita mempunyai kepercayaan diri untuk membawakan presentasi.

  3. Tapi klo trkait mental gmn y pak willy,saya sering merancang sbuah presentasi tp bgitu ngomong lupa apa yg mau diomongin slanjutnya..jd mngatasi grogi itu yg utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *