5 Tips Ini Akan Membuat Anda Lebih Kreatif

1484783289020

Suatu saat, anda sebagai seorang karyawan yang ditugaskan untuk meningkatkan engagement SDM di perusahaan merasa kesulitan karena performa keterikatan tak kunjung membaik. Bagi yang masih kuliah dan sedang menyelesaikan tugas akhir, pasti pernah mengalami kebuntuan ide.

Demikian juga bagi seorang pelaku usaha yang kebingungan menemukan cara karena pesaing mulai bermunculan. Bahkan seorang ketua tim pun, kadang kesulitan menemukan ide agar dapat menyelesaikan konflik dalam tim.

Semua hal tersebut mudah diselesaikan kalau kita punya ide-ide kreatif. Tinggal sekarang bagaimana caranya memancing ide tersebut keluar. Nah, blog kesayangan anda ini akan memaparkan 5 (lima) tips agar menjadi lebih kreatif.

Mari kita simak satu per satu.

#1 Membuat corat coret. Siapkan kertas dan pena. Tulis dan gambar kesulitan apa yang sedang anda alami. Buat alur-alur proses. Kegiatan corat coret ini sering saya lakukan, baik untuk kegiatan personal maupun pekerjaan.

Proses sebab dan akibat pun bisa terlihat dengan jelas ketika anda menuliskan sebuah permasalahan dalam coretan anda. Bahkan menuangkan sebuah ide dalam kertas yang bisa dicorat-coret memberikan keleluasan bagi kita.

Mari kita ambil contoh sebagai berikut. Saat ini anda sedang menjalankan usaha rumah makan. Beberapa hari ini pengunjung sepi, padahal rumah makan anda terkenal dengan sambal pedasnya. Ternyata setelah dilakukan corat coret oleh anda diketahui bahwa stok buah-buahan yang cepat habislah yang menjadi penyebabnya. Koq bisa?

Ternyata saking pedasnya makanan, pengunjung selalu memesan jus buah. Namun, rumah makan tersebut tidak dapat mengimbangi antara pesanan makanan pedas dan jus buah. Sehingga, pengunjung mulai berkurang. Lama kelamaan hal ini tidak diantisipasi oleh anda sehingga pengunjung enggan melakukan wisata kuliner di rumah makan anda. Penemuan akar masalah inipun lebih mudah teridentifikasi melalui coretan anda.

Anda tentu mengenal Tony Buzan dengan karya Mind Map-nya. Nah, coretan kita yang dikemas dalam sebuah peta pikiran akan mempermudah kita menemukan akar permasalahan sehingga solusi yang kita pilih pun akan lebih tepat.

#2 Brainstorming dengan Orang Lain. Tentunya, ketika kita mengalami kebuntuan dalam menggali ide-ide, kita pun sharing dengan orang lain. Sebagai catatan, orang lain yang kita ajak untuk bertukar pikiran adalah bukan orang yang pesimis atau orang yang malah memberikan gambaran kepada kita bahwa apa yang akan kita laksanakan tidak akan berhasil.

Saat anda mendapatkan orang yang tepat untuk bertukar pikiran. Ide-ide dapat mengalir dengan lancar. Tetapi bila anda salah memilih orang, pikiran anda akan tambah buntu. Tentu saja saat anda melakukan brainstorming tersebut, anda sedang mencari nilai tambah terhadap solusi yang akan dijalankan.

Yuk, kita simak contoh berikut. Saat itu saya bertemu dengan salah seorang kawan kuliah, yang sekarang sudah membuka usaha kursus bahasa. Dia berkeinginan untuk mengembangkan usahanya melalui waralaba. Dia mencoba bertukar pikiran dengan saya. Saat itu saya tidak punya referensi apapun tentang waralaba. Artinya, kawan saya sedang bertukar pikiran dengan orang yang kurang tepat.

Saya pun teringat kawan sekantor saya yang punya referensi pengembangan usaha melalui waralaba. Saya pun menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang waralaba, walaupun berbeda industri. Selanjutnya saya pun menemui kawan kuliah saya yang tadi dan bertukar pikiran dengannya tentang rencana waralaba kursus bahasanya. Tukar pikiran pun berlangsung lancar dan dia pun berani memulai pengembangan usahanya.

#3 Lakukan yang Sudah Berhasil. Saat anda mendapat tugas khusus diantara tugas rutinitas yang ada kadangkala membuat anda tertekan saat bertemu jalan buntu untuk menyelesaikan sesuatu. Seolah-olah peluang solusi sudah tertutup. Saatnya menerapkan tips atau trik yang sudah berhasil dilakukan.

Misalnya saya sebagai anggota tim menemui masalah, dimana tim-tim yang lebih kecil saat menemui masalah selalu dibawa ke tim yang lebih besar tanpa ada alternatif solusi. Saya pun perlu merubah kebiasaan ini. Buku yang menjadi referensi terbaik terkait hal ini adalah The Power of Habit.

Dalam buku tersebut terdapat suatu lingar kebiasaan : tanda – rutinitas – kebiasaan. Nah saya pun melakukan hal yang sama dengan anggota tim kecil saya. Saya membuat tanda melalui acara pemecahan masalah setiap hari Senin, kemudian tim kecil memaparkan masalah berikut alternatif solusi dan mereka pun mendapat ganjaran berupa solusi yang dipilih oleh anggota tim yang lebih besar.

#4 Dengarkan Lagu Kenangan. Ingat-ingat bila anda punya lagu kenangan. Cari lagu tersebut lalu dengarkan ketika anda merasa stuck dalam mencari ide-ide baru.

Anda akan terbawa memori dimana pertama kali anda mendengarkan lagu tersebut. Tentunya saat itu, anda sedang berjuang dan lagu tersebut diperdengarkan sebagai pemicu semangat.

Saat saya menyelesaikan tugas akhir untuk gelar master, saya pun mencoba mengingat lagu yang menjadi pemicu semangat saya saat menyelesaikan skripsi dulu.

Saya pun kembali memutar lagu tersebut. Namun tentunya bukan hanya lagu tersebut yang diperlukan untuk manajemen diri penyelesaian studi. Lagu yang diputar tersebut sebagai pemicu semangat, sehingga pikiran lebih rileks dan ide-ide pun mengalir secara perlahan. Simak saja uraian Jaya Setiabudi dalam bukunya The Power of Kepepet yang menggunakan lagu sebagai tombol emosi.

#5 Membaca Buku. Ambilah sebuah buku, baik yang sesuai dengan bidang anda atau di luar bidang. Baca buku tersebut dengan santai. Resapi secara perlahan kalimat per kalimat. Hal ini akan merangsang otak kita untuk menerima sebuah wawasan baru.

Hasil dari kegiatan ini adalah secara perlahan akan memberikan ide-ide baru sebagai solusi atas permasalahan yang kita hadapi. Tentu saja, kita pun masih perlu berpikir karena jawaban atau solusi tersebut kadang kala tidak secara eksplisit tertuang dalam buku.

Sebagai contoh, suatu waktu saya menilai kinerja bawahan saya sebanyak 5 orang dengan posisi jabatan yang sama. Bila dinilai berdasarkan hard competency hampir semua mempunyai nilai yang sama. Hingga akhirnya saya membaca buku Blue Ocean Strategy dan menemukan bahasan tentang kurva nilai. Saya pun memetakan faktor-faktor apa saja yang menjadi faktor kompetensi diantara mereka.

Hasilnya, diantara kelima bawahan saya ada satu dan dua orang yang lebih unggul dari sisi daya saing diantara yang lain. Ide saya yang awalnya terasa buntu kemudian terasa lancar setelah saya membaca buku. Walaupun pada awalnya buku yang saya baca tidak berhubungan langsung dengan apa yang saya hadapi.

hosting murah

Demikian, 5 Tips menjadi lebih kreatif, yaitu membuat corat coret, brainstorming, mencoba yang sudah berhasil, mendengarkan lagu, dan membaca buku.

Semoga bermanfaat.