5 Tips ini Membantu Pembentukan Tim yang Efektif

bobsled-643397_640
Source : pixabay

Ketika sebuah perusahaaan memutuskan membentuk suatu tim untuk mengerjakan suatu proyek atau pekerjaan insidentil, maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Berhasil atau gagal.

Salah satu indikator keberhasilan sebuah tim adalah mencapai tujuan awal pembentukan tim, baik dari kualitas hasil, ketepatan waktu penyelesaian dan kesesuain jumlah produk.

Agar tujuan sebuah tim tercapai, tim harus bekerja secara efektif. Bagaimana tim bisa efektif tergantung dari dinamika yang ada selama waktu keberlangsungan sebuah tim.

Nah, blog kesayangan anda ini akan menguraikan 5 tips agar tim yang anda bentuk bekerja secara efektif, mari kita simak satu per satu.

#1 Ketua Tim yang Kompeten. Keefektifan sebuah tim dimulai dari sang ketua tim. Sosok yang kompeten dan tegas merupakan awal yang bagus bagi pencapaian tujuan bersama. Ketua tim bagai nahkoda yang akan membawa anggota tim mengarungi badai dalam meraih kemenangan.

Seorang ketua tim mampu menyampaikan dengan baik apa tujuan pembentukan tim. Tujuan bersama ini harus didahulukan dibandingkan tujuan individu. Walaupun anggota tim sudah berhasil melakukan tugas individunya dengan baik, namun mereka tetap didorong untuk melakukan bantuan bagi anggota tim lainnya yang mendapatkan kesulitan. Karena dalam tim pencapaian individu tidak akan ada artinya bila proses yang lain terhambat.

Kepercayaan diantara sesama anggota tim dan dengan ketua tim sendiri harus dibangun dengan baik. Semuanya akan dapat saling memahami dan percaya bahwa apa yang dilakukan oleh ketua merupakan bagian dari kepentingan tim. Sehingga tidak terjadi salah paham saat proses berjalan.

Hal penting yang perlu dilakukan oleh ketua tim untuk menjadi tim yang bekerja efektif adalah selalu melakukan evaluasi baik terhadap progress kemajuan tim maupun terhadap dinamika tim. Sehingga strategi yang sudah dibuat untuk tujuan bersama yaitu tercapainya sasaran pembentukan tim dapat diraih.

#2 Anggota Tim yang Dinamis. Selain setiap anggota tim mempunyai tanggung jawab masing-masing terhadap penyelesaian suatu pekerjaan, mereka harus tetap menjaga hubungan yang baik dengan sesama anggota.

Kedinamisan antar anggota dapat dilihat dari adanya kesepakatan diantara mereka dimana hal ini akan meningkatkan level kerjasama. Kerjasama yang baik akan membiasakan mereka untuk selalu bertukar ide, brainstorming, dan membahas semua ide sebagai bagian dari pemecahan masalah. Hal ini juga akan menurunkan intensitas konflik diantara mereka.

Latar belakang anggota tim yang berbeda akan meningkatkan kedinamisan tim. Saling mengisi dan berkontribusi yang mereka lakukan akan membuat setiap pekerjaan diselesaikan secara efisien. Keragaman ini juga akan meningkatkan kualitas hasil pekerjaan tim karena sudah mempertimbangkan beberapa pandangan dari anggota tim.

Selain keragaman, komposisi tim yang bervariasi juga menambah dinamika tim. Ada ketua tim yang tegas, ada anggota yang selalu mengingatkan tentang deadline, ada anggota yang selalu berbicara tentang aturan main, dan ada juga anggota tim yang selalu menghibur. Komposisi inilah yang memberikan kekuatan dalam tim. Seandainya ada proyek lain, mereka cenderung berkeinginan untuk bersama-sama kembali dalam satu tim.

#3 Buka Saluran Komunikasi. Progress pekerjaan seringkali terhambat bukan karena ketidakmampuan anggota tim yang diserahi tanggung jawab. Kadangkala adanya hambatan komunikasilah yang menjadi pemicunya. Suasana yang tertutup menyebabkan ketua tim sulit menemukan akar permasalahan, sehingga solusi tak kunjung ada.

Pada awal pembentukan tim, ketua perlu menegaskan area keterbukaan dengan membuka saluran komunikasi seluas-luasnya untuk anggota tim. Hal ini akan memudahkan anggota tim lebih terbuka dalam menyampaikan permasalahannya ataupun ide-idenya. Mereka pun tidak perlu khawatir kalau ide-ide mereka diabaikan atau disanggah ketua tim.

Seiring dibukanya saluran komunikasi ini, sharing informasi baik secara vertikal antara anggota tim dengan ketua maupun horisontal antar anggota tim akan lebih lancar. Informasi tersebut akan mempermudah anggota tim menyelesaikan pekerjaannya.

Permasalahan yang dihadapi baik oleh anggota tim dalam pekerjaan individu maupun pekerjaan kolektif akan lebih cepat terselesaikan. Demikian juga, karena arus informasi diantara anggota tim demikian lancar, kontribusi anggota tim dalam menyampaikan ide sebagai solusi pun akan lebih tepat. Hal ini akan meningkatkan engagement atau keterikatan diantara anggota.

#4 Berikan Apresiasi. Keberagaman di antara anggota tim, akan membuat suasana tim lebih dinamis. Setiap anggota mempunyai kepribadiannya masing-masing dan menjadi warna tim. Diantara mereka tentu ada anggota yang boleh dikatakan senior dan selalu menonjol dalam setiap meeting. Peran mereka pun vital bagi tim. Ide-ide mereka selalu memberikan jawaban atas permasalahan tim.

Mereka inilah anggota tim yang perlu diapresiasi atas kemampuan dan pengalaman mereka dalam membentuk tim. Bentuk apresiasinya adalah selalu menyebutkan anggota tim ini dihadapan manajemen atau pemilik proyek tentang kontribusinya bagi tim. Mereka ini bagaikan mesin penggerak tim sehingga melaju lebih kencang.

Akan tetapi, bentuk apresiasi juga tidak terlalu berlebihan. Karena dinilai mempunyai kemampuan, ketua tim tersebut tidak serta merta memberikan delegasi penuh kepada mereka untuk mengendalikan tim secara penuh. Ketua tim harus tetap menjaga keutuhan tim, dan selalu menekankan bahwa kepentingan tim lebih tinggi dari kepentingan individu yang dibilang istimewa tersebut.

Pemberian apresiasi juga perlu diberikan kepada anggota tim junior. Dengan keterbatasannya, yang bersangkutan bisa mengikuti pola kerja anggota tim lainnya yang sudah senior. Artinya pemberian apresiasi dimaksud berlaku untuk semua orang tergantung dari prestasi yang bersangkutan di tim saat ini, bukan hanya kehebatan anggota tim di masa lalu. Bentuk apresiasi lainnya kepada anggota tim bisa dilihat disini.

#5 Ciptakan Suasana Akrab. Dalam dinamikanya, anggota tim akan menemui tekanan pekerjaan. Tumpang tindih pekerjaan, masalah yang belum terpecahkan, konflik dengan rekan kerja adalah contoh tekanan yang dihadapi oleh anggota tim.

Apabila hal ini tidak diantisipasi akan berdampak buruk terhadap progress kemajuan pekerjaan tim. Tekanan yang dialami oleh anggota tim memang sulit dihindarkan, tetapi yang perlu diantisipasi adalah perilaku anggota tim menghadapi tekanan. Komunikasi yang kurang, kesalah pahaman serta adanya saling curiga adalah hal-hal yang harus dipahami dan diselesaikan oleh ketua tim.

Salah satu cara agar hal tersebut berkurang bahkan dihilangkan adalah melalui adanya keakraban diantara anggota tim. Keakraban bisa diciptakan melalui adanya acara di luar kegiatan tim. Acara tersebut akan lebih memberikan kesan apabila anggota tim diperbolehkan membawa serta keluarganya. Bahkan acara bersama seperti wisata kuliner juga bisa menciptakan keakraban.

Keakraban yang terjalin akan mempererat hubungan komunikasi diantara anggota tim. Hal ini mengurangi tingkat kesalah pahaman diantara anggota. Sehingga ketika tekanan apapun mendera, mereka akan saling bantu. Kepentingan kelompok menjadi utama dibandingkan kepentingan pribadi

hosting murah

Demikian 5 tips agar tim yang dibentuk secara efektif yaitu adanya ketua tim yang kompeten, anggota tim yang dinamis, membuka saluran komunikasi, memberikan apresiasi, dan menciptakan suasana yang akrab.

Semoga bermanfaat.

4 thoughts on “5 Tips ini Membantu Pembentukan Tim yang Efektif”

  1. Luar biasa sangat menginspirasi untuk mengatur kinerja di departemen saya pak Willy. Padat dan sangat jelas untuk di aplikasikan ke bawahan maupun sesama kepala bagian. Terima kasih… Semoga terus berkarya dan berbagi ya pak.

  2. Ketua Tim akan efektif menjalankan tugasnya apabila melakukan sesuatu dengan benar dan hal-hal yang benar , sehingga faktor manajerial perlu diiringi dengan kepimpinan yang baik…. good sekali pak willy ….ayo terus berkarya dan selalu menginspirasi bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *