Ada Apa Dengan Antrian (AADA)

rubber-duck-1401225_1920

Blessing in Disguise. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Salah satu diantaranya antrian. Walaupun terasa melelahkan dan bikin kesal, ternyata budaya mengantri yang ditanamkan sejak kecil akan memberikan pelajaran yang berharga di kemudian hari.

Kita banyak melihat atau mengalami antrian. Antri menerima kelulusan, antri nonton film, antri di bank, dan masih antrian lainnya. Sajian blog kali ini mencoba membedah pelajaran yang didapat saat mengantri.

Antrian mengajarkan kita untuk bersabar
Orang yang biasa tertib dalam mengantri kemudian bergabung dengan sebuah organisasi, akan mengenal baik hikmah dalam mengantri.

Seperti halnya antrian di bank yang memerlukan kesabaran. Dalam berorganisasi pun seperti itu. Seseorang harus bersabar alias antri kalau ingin menduduki jabatan di atasnya. Ada jalur karir yang ditetapkan dalam menduduki suatu jabatan. Artinya kita harus antri dapat giliran untuk naik jabatan di atasnya apabila kita memang belum memenuhi persyaratan dibutuhkan.

Selanjuynya mari kita bayangkan, apa jadinya ketika anda baru masuk, lalu tiba-tiba anda langsung menghadap kasir, padahal ada sekitar 5 orang yang mengantri?

Antrian mengajarkan kita untuk disiplin
Untuk mengambil nomor antrian di bank misalnya, kita disiplin dengan urutan-urutan. Masuk, dipersilahkan satpam, mengambil nomor antrian, duduk dengan manis (bila kurang manis, bisa tambah satu sendok lagi dan diaduk merata 🙂 ?), menunggu panggilan, menghadap CS atau kasir, dan selesai.

Dalam sebuah organisasi pun ada disiplin tahapan rangkaian kerja. Kita mengenalnya sebagai prosedur atau instruksi kerja. Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan kita disiplin dalam mengikuti tahapan-tahapan pekerjaan. Misalnya pekerjaan C bisa dilaksanakan setelah pekerjaan B selesai, atau pekerjaan D bisa dilaksanakan secara paralel dengan pekerjaan E.

Lalu apa yang terjadi bila C dikerjakan sebelum pekerjaan B atau D dikerjakan setelah pekerjaan E padahal bisa dikerjakan secara bersamaa? Sudah dipastikan pekerjaan tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Karena telah terjadi pelanggaran disiplin.

Antrian mengajarkan kita untuk bersosialisasi
Sambil menunggu giliran dipanggil, kita bisa mengobrol dengan orang yang dekat dengan kita. Bicara tentang trending topic atau tentang pelayanan sebuah organisasi. Biasakanlah tidak selalu terpaku dengan gadget dan asyik sendiri bila sedang menunggu antrian.

Dalam dunia bisnis, kita pun bersosialisasi. Kita bekerja dalam sebuah sistem, yang tidak bekerja sendiri. Kita membutuhkan rekan dan mitra kerja. Kita berbicara dengan mereka bukan saja saat memerlukan mereka, ini membawa kesan negatif. Berbicaralah dengan mereka kapanpun. Bila kita bersosialisasi, kehidupan di dunia kerja akan menjadi lebih baik.

Demikianlah hikmah sebuah antrian yang menguatkan pemahaman kita semua bahwa apa yang ditanamkan sejak kecil oleh orang tua kita akan memberikan pelajaran berharga di kemudian hari. Manajemen diri yang baik akan membentuk manajemen organisasi yang baik juga.