Berpikir Secara Bisnis

Berpikir Secara Bisnis
Di suatu sore yang cerah, penulis mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada anak sulung untuk mengetahui sejauh mana seorang anak bisa memahami strategi bisnis perusahaan. Pertanyaan yang diajukan merupakan perandaian sederhana. Dua pertanyaan. Pertama, saat besar nanti penulis bertanya ingin menjalankan bisnis apa. Kedua, apa yang membedakan bisnisnya dengan bisnis serupa.

Jawabannya menurut penulis luar biasa. Mengingat, penulis belum pernah memberikan waktu khusus untuk memberikan pengetahuan strategi bisnis khususnya value propositions kepadanya. Mari kita simak jawabannya yang kalimatnya diketik langsung olehnya.

Dia berandai-andai punya usaha menjual papercraft (anda bisa search di google untuk mengetahui lebih jauh tentang papercraft). Dulu, dia iseng-iseng pernah membuat dan menjual papercraft dengan demand yang tinggi dari kawan-kawannya. Namun, dia putuskan berhenti karena kawan-kawannya selalu meminta harga yang lebih rendah dari usaha yang dia kerjakan. Good decision menurut penulis, daripada bangkrut. He he he.

Lalu, si sulung ini menyebutkan lima strategi bisnis bila ingin punya daya saing (dia menulisnya 5 strategi saat bisnis) di bawah ini yang ditambahkan ulasan penulis:

1. Untung yang sedikit pada setiap barang tetapi dapat menjual banyak barang
Lebih baik banyak barang terjual dengan cepat daripada barang menumpuk di gudang yang akan meningkatan biaya inventory. Namun, strategi keuntungan sedikit ini, kurang pas untuk jangka panjang. Hal ini harus diikuti dengan mengevaluasi proses yang tidak memberikan nilai tambah untuk dihilangkan. Sehingga, walupun dengan harga yang sama dan biaya produksi yang bersaing maka keuntungan akan menjadi lebih baik.

2. Memberi diskon kepada pengunjung yang sering datang
Sebelum anda memberikan diskon kepada pengunjung yang sering datang, tentu anda harus mengetahui mana saja pengunjung tetap (pelanggan) maupun yang tidak. Oleh karena itu, anda perlu mempunyai database pelanggan, sehingga anda pun bisa men-set harga diskon kepada pelanggan dimaksud.

3. Memberi promo pada hari-hari tertentu
Promo menyambut hari raya dsb sudah biasa. Bila anda sudah mempunyai database pelanggan tetap, momen yang menyentuh hati pelanggan, misalnya momen ulang tahun, momen anniversary pernikahan dan sebagainya bisa dijadikan dasar bagi pemilik perusahaan untuk memberikan harga khusus atau harga promo yang lebih mengena kepada hati pelanggan.

4. Memberi kualitas barang yang baik agar sering dikunjungi
Bila harga relatif sama dengan produk sejenis, maka kualitaslah yang membedakan kita mempunyai nilai lebih. Produk yang berkulitas akan menciptakan brand yang tertanam di dalam hati pelanggan.

5. Memasang iklan
Calon pembeli akan lebih tahu apabila kita pernah mengiklankan produk sendiri. Namun, mencantumkan kelebihan-kelebihan dalam iklan produk tentu akan terasa berlebihan. Biarlah konsumen mengalami experience dalam menggunakan produk anda, dengan sendirinya mereka pun akan rela menjadi corong promosi produk anda.

Ayo, bagi kita yang sedang menjalankan bisnis yang sederhana sekalipun, sudah saatnya kita mempunyai daya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *