Bisnis Baru Bisnis Komik

Bisnis Baru Bisnis Komik

Tulisan ini diawali dengan ucapan terima kasih kepada studio film yang membawa mimpi masa kecil untuk melihat para super hero beraksi tampil di layar lebar bisa terpenuhi.

Menilik ke belakang, saya mengenal komik khususnya Marvel Comics hampir 25 tahun yang lalu. Diperkenalkan oleh seorang kawan SMP (Thanks Fidi), mulailah saya mengenal tokoh Spider-Man. Lanjut di SMA, kawan yang selama ini berdomisili di US, memperkenalkan Marvel yang English version (Thanks Adit). Inilah yang mengantar saya mengenal tokoh Marvel lainnya. Inilah juga yang kemudian dasar kemahiran berkomunikasi Bahasa Inggris saya lumayan lancar. ehem.

Lalu, saya punya tokoh favorit yaitu Spider-man dan Wolverine. Lalu villains-nya ada Venom dan Magneto. Khusus Magneto saking ngefansnya, saya dan kawan-kawan pun bikin nama band namanya Magneto Helmeto. Sayang band ini tidak pernah rilis album karena memang tidak pernah latihan.

Era tahun 2000 merupakan masa dimana para penggemar komik bergembira. Bersorak sorai. Heboh pokoknya. Ketika secara bergiliran para superhero berseliweran di layar lebar. Bahkan untuk tahun 2016 saja, diramaikan oleh Deadpool, Batman vs Superman, Capt America: Civil War. Lalu ada X-Men Apocalypse sampai nanti ada Avengers Infinity War, Dr Strange, Black Panther and many more.

Lalu bagaimana hubungannya dengan blog ini yang membawa tagline “memahami secara sederhana bagaimana organisasi bergerak”? Tentu ada. Dan pastinya saya tidak berniat untuk menghubung hubungkannya. hehehe. Case Study manajemen tentang Marvel Comics mudah didapatkan dari internet. Sebagai anak manajemen yang hobi komik tentu bahan-bahan ini sangat menarik. Tapi saya tidak bahas itu. Saya akan bahas yang simpel saja.

Mari kita mulai dari status facebook yang saya screenshot di bawah ini. Ketika saya telusur ternyata pemilik akunnya adalah saya sendiri. hmm. Menarik.

Screenshot_2016-08-06-14-06-30~2

Dari status penggemar komik tersebut terlihat bahwa memang ada perbedaan antara plot versi komik dan versi layar lebar. Disinilah tujuan Marvel untuk mendapatkan penggemar (pelanggan baru). Penggemar lama seperti saya tentu tidak kesulitan ketika menonton versi layar lebar. Tapi kadang-kadang suka gagal paham ketika plot cerita berbeda. Untuk penggemar baru, tentu tidak perlu membaca komiknya sebelum menonton karena sudah dimudahkan. Adaptasi memang harus dilakukan. Coba bayangkan ketika kostum x-men di film sama dengan versi komiknya. Akan berwarna warni tentunya.

Harapannya adalah dengan adanya berbagai adaptasi ini, perusahaan akan me-retain existing customers dan meng-acquire new customers. Seperti kita tahu bahwa penggemar komik umumnya adalah pria. Sedangkan penggemar film adaptasi komik adalah audiens yang lebih luas. Inilah yang akan memungkinkan penggemar film pun kemudian mulai membaca komiknya.

Mari kita ambil contohnya. Bila anda mengikuti film seri The Flash-nya Grant Gustin (ini salah satu film seri favorit saya), kita melihat bahwa penggemar baru tidak perlu susah-susah membaca komiknya dulu. Tapi, ada tapinya nih. Di season 1 last episode, penonton dihadapkan pada sebuah pertanyaan besar. Apa yang terjadi bila Barry Allen kembali ke masa lalu lalu berhasil menghalangi Reverse Flash membunuh Nora Allen sehingga timeline masa kini akan berubah. Di film, Barry memilih untuk tetap berada pada timeline saat ini. Lalu, bila Barry memutuskan sebaliknya? Maka anda perlu membaca mega event DC Comics seri Flash Point (dimana karena adanya perubahan timeline, Batman adalah Thomas Wayne dan Joker adalah Martha Wayne). semakin menarik khan?

Eh, sebentar dulu. Dari atas bicara tentang Marvel, koq tiba-tiba ke DC juga sih? Ssst. Hanya untuk pembaca aja ya. Saya mengenal tokoh komik DC ketika ibu saya memberikan komik tersebut sebagai hadiah dari peralatan mandi yang dibelinya. Thanks Mom. Dari komik saku itu saya jadi tahu kalau The Flash can beat Superman in running race.

selamat membaca, menononton dan menganalisa.

IMG-20180522-WA0037

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *