Bukan Sekedar Tujuan, Tapi Tentang Sebuah Perjalanan

coffee-2306471_1920

Mari kita mulai tulisan kali ini dengan sebuah pertanyaan rekan kerja saya, pada saat saya mengatakan bahwa telah ada 30 artikel manajemen di blog saya.

“Wah, produktif sekali menulisnya. Bagaimana ngatur waktunya tuh?”

Pertanyaan yang sederhana. Saya pun berseloroh, bahwa jawabannya bisa sederhana, bisa juga dibuat detil (tapi tidak rumit, hehehe).

Jawaban sederhananya, “Ya, pintar-pintar bagi waktu lah.”

“Jawaban detilnya?”

Nah, biar tidak penasaran. Izinkan saya bercerita dulu.

Boleh?

Boleh dong. Ini khan blog saya 🙂 .

Saya mulai menulis secara intens, saat saya SMP. Saat itu, karena kegandrungan komik Spider-Man, saya pun berkolaborasi dengan kawan untuk membuat sebuah komik. Karena sama-sama bisa menggambar, namun kemampuan saya di bawah rata-rata, maka saya pun menjadi penulis skenario komiknya. Tentunya dalam perkembangan saat ini, kemampuan saya dalam menggambar kartun boleh diadu kembali :).

Tidak tanggung-tanggung, di periode kepengurusan berikutnya, saya pun menjabat sebagai pemimpin redaksi.

Cerita pendek pernak-pernik kehidupan anak sekolah pun pernah saya buat saat di SMA. Jaman itu, pengetikan dilakukan dengan menggunakan mesin tik, karena komputer masih langka saat itu. Bila ingin mengetik, mesti pergi dulu ke rental komputer.

Cerita yang dibuat saat itu berdasarkan kisah nyata. Sangat disayangkan memang, karena sampai dengan saat ini saya belum menemukan kembali di mana keberadaan maha karya saya itu. Bila ketemu dan diremake kembali, khan bisa diterbitkan menjadi sebuah buku dan kemudian diangkat ke layar lebar :).

Di kampus, kemampuan menulis saya semakin terasah. Saya menjadi salah satu redaksi media komunikasi internal di jurusan saya kuliah. Tidak tanggung-tanggung, di periode kepengurusan berikutnya, saya pun menjabat sebagai pemimpin redaksi. Yang menarik, saya merangkap sebagai ilustrator di media tersebut. Mengisi 3 panel komik strip di situ.

Saat bekerja, kemampuan menulis ini saya tuangkan di media internal kantor. Tentunya saya pun menyesuaikan antara bahasa tulisan yang biasa saya buat saat sekolah dulu dengan tulisan yang diperuntukan untuk pembaca yang notabene adalah rekan kerja. Tulisannya lebih bersifat ke teknis.

Puncak semangat menulis adalah ketika saya mendapatkan kesempatan beasiswa dari kantor untuk melanjutkan pendidikan ke strata berikutnya. Keharusan membuat sebuah tulisan di setiap mata kuliah, telah membiasakan saya untuk produktif menulis dengan berbagai topik.

Setelah kembali ke dunia kerja, semangat yang tinggi ini tetap saya pelihara. Saya pun secara aktif menulis beberapa artikel di media internal kantor. Saat ini saya pun tercatat sebagai salah satu redaksi media tersebut. Selain itu, media dengan skala nasional sesuai bidang kerja pun saya rambah. Dulu, saya menulis artikel di media internal dengan bahasa yang terlihat masih kaku, sekarang sudah mulai enak dibaca.

Agar hobi menulis ini terus berjalan dan berkembang, pada bulan Februari 2016, saya pun mulai membuat sebuah blog. Dilanjutkan pada bulan Agustus 2016, saya sudah mempunyai blog yang khusus membahas tentang memahami secara sederhana bagaimana organisasi bergerak. Blog yang sudah mempunyai 30 artikel manajemen yang siap dinikmati sambil menyeruput kopi hitam dan goreng pisang.

Keharusan membuat sebuah tulisan di setiap mata kuliah, telah membiasakan saya untuk produktif menulis dengan berbagai topik.

Setelah penjelasan secara panjang dan lebar sehingga hasilnya luas :), maka saya akan menjawab pertanyaan di awal secara detail.

Saya harus pandai mengatur waktu. Pengaturan waktunya, bukan sekedar saat menulis. Namun, perlu diatur juga waktu untuk menambah referensi kita dalam menulis melalui membaca buku, artikel ataupun majalah. Hal ini penting, karena tulisan akan terasa lebih berbobot (tapi tetap mudah dicerna dong).

Dalam membaca buku, saya selalu meluangkan waktu sebelum tidur. Uniknya, dalam waktu bersamaan, saya sanggup membaca 3 buku. Saya tidak masalah dengan hal ini, karena saya menjadi tidak jenuh dengan satu topik tertentu. (Hebat juga ya, baca buku secara paralel 🙂 ).

Berlanjut ke latihan menulis. Kenapa saya sebut sebagai latihan? Karena saya membiasakan diri setiap malam setelah membaca, saya menulis apa saja. Tips ini saya dapatkan dari rekan penulis yang sudah menghasilkan beberapa buku.

Menulis artikel untuk blog rutin saya upload setiap minggu. Saya menulisnya di setiap kesempatan waktu luang. Kapan tepatnya waktu luang itu? Waktunya ya saat naik kendaraan umum, saat mengantri, saat menunggu, ataupun saat istirahat.

Setiap orang mempunyai waktu yang sama 24 jam. Nah, jujur deh, pasti diantara aktivitas kita mempunyai waktu luang. Di waktu tersebut saya memanfaatkannya untuk menulis artikel-artikel di blog. Artikel yang sedang anda baca saat ini pun, dibuat di sela-sela jam istirahat.

hosting murah

Untuk satu artikel yang saya buat di waktu luang, saya membutuhkan waktu sekitar 4 hari. Hari pertama membayangkan tulisan tentang apa yang akan saya buat lalu saya membuat coretan alur pikiran. Hari kedua, saya mulai menulis di tab dengan menterjemahkan coretan tadi menjadi sebuah tulisan.

Hari ketiga, saya melakukan editing. Hari keempat, finalisasi tulisan kemudian melakukan preview, kemudian dipublish di blog. Tentunya bila saya memang menyempatkan diri secara khusus, pembuatan artikel bisa dilakukan dalam waktu 1 sd 2 hari saja.

Nah, setelah lancar menulis artikel-artikel manajemen, selanjutnya ambilah tantangan baru. Tantangan yang saya ambil adalah membuat 1 ebook tentang kumpulan artikel-artikel yang pernah diupload di blog ini namun diedit terlebih dahulu untuk meningkatkan tulisan. Tantangan betikutnya adalah menerbitkan 2 buku, yang satu tentang kisah inspiratif dari beberapa usaha di sekitar kita seperti bumbu pecel yami, dapur cep bobi, dan jogya beanbags.

Tapi, tantangan yang memang menantang adalah menerima tawaran dari kawan dekat untuk membuat skenario untuk sebuah operet anak-anak. Tantangan diterima dengan baik. Skenario pun dibuat. Hasil pertunjukan pun lancar. Alhamdulillah.

IMG-20170520-WA0019

Jadi ….
Biasakanlah melakukan sebuah proses dengan baik. Hasil yang baik akan datang dengan sendirinya.

Sebuah kutipan mengatakan, “Its not about destination, its about journey”.

Semoga bermanfaat.

Gambar : pixabays.com

Screenshot_2017-12-03-16-28-58-1

Berlangganan dan Download Ebook Gratis

2 thoughts on “Bukan Sekedar Tujuan, Tapi Tentang Sebuah Perjalanan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *