5 Cara Menjadi Trainer Hebat

dumbbells-2465478_1920

Bagi Anda yang berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan, ketika ditunjuk menjadi seorang trainer dalam sebuah pelatihan internal akan merasa telah mendapatkan sebuah kesempatan dan penghargaan luar biasa.

Perusahaan menilai Anda dengan pertimbangan bahwa Anda telah mempunyai jam terbang yang cukup tinggi di lapangan, sehingga layak untuk memberikan materi pelatihan.

Namun, bagi Anda yang terbiasa dalam praktek lapangan tentu akan mengalami kesulitan saat harus memberikan materi di dalam kelas.

Berbeda dengan seseorang yang memang berprofesi sebagai trainer, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh Anda ketika akhirnya Anda mengambil keputusan untuk menjadi seorang trainer internal dalam kelas.

Tapi tenang saja, blog kesayangan Anda ini akan memberikan tipsnya berdasarkan pengalaman penulis sebagai trainer pelatihan internal. Ehem.

O ya, sebelum lanjut, FYI kalau blog yang terkenal dengan tagline memahami secara sederhana bagaimana organisasi bergerak ini, pada Bulan September 2017 telah memasuki tahun kedua lho.

Sudah ada sekitar 30 artikel manajemen dalam berbagai kategori yang ringan dan bisa langsung disantap.

Anda bisa menemukan artikel-artikel tersebut dalam kategori review buku manajemen, kewirausahaan, SDM, tips presentasi, profil wirausaha, catatan penulis, manajemen diri, manajemen strategis dan dinamika tim.

Biar enggak ketinggalan update artikel, jangan lupa subscribe ya.

Baik kita lanjutkan, dengan tipsnya.

#1 Melihat Trainer lain Beraksi
Saat posisi Anda sebagai orang lapangan, sempatkan suatu waktu untuk melihat bagaimana rekan kerja atau atasan Anda menyampaikan materi pada acara pelatihan.

Mereka adalah sama seperti Anda, bukan berlatar belakang sebagai seorang trainer. Sehingga, belajar bagaimana mereka menyampaikan materi akan memberikan Anda sebuah pengalaman berharga.

Pada saat Anda ditunjuk sebagai pemberi materi, misalnya di hari kedua pelatihan, maka manfaatkan di hari pertama untuk ‘mengintip’ bagaimana trainer yang lain beraksi.

Anda bisa mencatat gaya presentasi, media yang digunakan, dan juga bisa melihat respon peserta terhadap trainer yang sedang Anda amati. Ini akan menjadi bekal bagi Anda dan memberikan kesempatan kepada Anda untuk berlatih dan mempersiapkan materi dengan baik.

Jangan sungkan untuk bertanya dengan sesama trainer. Sesaat setelah Anda berdiri di hadapan peserta, sorot lampu panggung mengarah pada diri Anda. Anda tidak mempunyai kesempatan lagi untuk bertanya.

#2 Meningkatkan Kepercayaan Diri

Saat Anda terpilih sebagai salah seorang trainer untuk bidang tugas yang digeluti, itu sudah merupakan satu keunggulan tersendiri.

Selanjutnya, keunggulan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai awal untuk meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Tambahkan juga untuk selalu berlatih public speaking. Saat ini saat mudah mengakses bagaimana caranya berbicara dengan lancar di depan khalayak. Channel Tedx Talks di Youtube bisa Anda jadikan sebagai referensi.

Saat Anda melakukan presentasi, jangan lupa sisipkan 1 slide yang menceritakan profil singkat diri Anda. Sampaikan dengan penuh percaya diri. Biarkan peserta pelatihan terkesima dengan latar belakang yang Anda miliki.

Selanjutnya akan timbul rasa bangga dari peserta karena trainer yang memberikan pelatihan kepada mereka adalah orang yang kompeten.

Saat Anda menyampaikan materi pelatihan, sampaikan secara profesional. Kuasailah materi dengan sebaik-baiknya. Tunjukan kepada atasan atau siapapun yang memilih anda sebagi trainer, bahwa mereka tidak salah pilih. Ini akan meningkatkan nilai jual Anda sebagai trainer.

Mungkin saja, suatu waktu perusahaan kembali mengadakan pelatihan sejenis, tentu nama Anda akan berada di urutan pertama dalam daftar trainer internal.

#3 Kuasai Topik dan Media yang Digunakan

Seperti yang dibahas di awal, Anda sudah pasti menguasai bidang tugas yang sedang Anda geluti saat ini. Tetapi, menyampaikannya kembali di dalam kelas bukan perkara mudah.

Pastikan Anda fokus pada materi yang akan disampaikan. Baca kembali materi yang sudah dibuat, dan buat catatan potensi pertanyaan yang akan diajukan oleh peserta.

Saat Anda melakukan presentasi, jangan lupa sisipkan 1 slide yang menceritakan profil singkat diri Anda. Sampaikan dengan penuh percaya diri. Biarkan peserta pelatihan terkesima dengan latar belakang yang Anda miliki.

Kesiapan Anda dalam menjelaskan sebuah materi dan menjawab pertanyaan peserta akan menunjukan tingkat kredibilitas dan kompetensi Anda sebagai trainer.

Selain topik yang Anda kuasai, pastikan juga Anda menguasai media presentasi yang digunakan. Seringkali, ketika mempersiapkan materi, biar terlihat canggih, Anda menggunakan program versi terbaru atau update. Namun yang terjadi, saat presentasi, media yang disediakan oleh panitia tidak kompatible dengan yang Anda siapkan.

hosting murah

Tentu ini akan memperlihatkan tingkat kesiapan Anda di mata peserta. Komunikasikan selalu dengan panitia, media apa yang digunakan. Bahkan saat ini sudah lazim, trainer menyampaikan materi tanpa disertai operator laptop. Kalau belum tahu mengoperasikannya, bisa bikin keringet dingin bagi trainer. ?

Lanjut ya?

Masih ada dua tips lagi nih.

Nah, kalau pisang goreng hangat, yang ditaburi keju dan butiran coklatnya sudah siap, nikmati dulu deh sebelum lanjut membaca artikelnya.

#4 Berikan yang Peserta Inginkan
Pastikan sebelum Anda melakukan presentasi, ketahui dulu siapa yang akan menjadi peserta dan tujuan pemberian materi. Jangan sampai peserta melongo, bukan karena kepiawaian Anda menyampaikan materi, tetapi karena mereka bingung Anda bicara apa.

Bila peserta mempunyai latar belakang berbeda dengan bahan materi yang disampaikan, pastikan Anda mempunyai beberapa slide sebagai perkenalan materi yang akan dibahas.

Walaupun Anda merupakan ‘ahli’ di bidang tersebut, bukan berarti Anda merasa berkuasa. Ingat, tujuan Anda adalah menyampaikan materi agar peserta paham.

Sampaikan materi semenarik mungkin. Kombinasi antara teks dengan gambar, atau infografis lainnya akan meningkatkan minat peserta. Bila penyampaian materi menarik, maka peserta akan mengikuti pemaparan materi dari awal sampai akhir dengan antusias.

Untuk itu, trainer harus berpikir kreatif agar materi yang disampaikan mencapai sasaran yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan.

Kebahagian seorang trainer adalah saat melihat bagaimana peserta yang awalnya belum tahu lalu paham dan bahkan mampu memberikan masukan terhadap materi yang trainer berikan.

Sekali lagi, align atau seleraskan antara kebutuhan peserta dengan materi yang diberikan. Sinergi antara trainer, peserta dan materi pelatihan akan memberikan hasil pelatihan yang optimal.

#5 Lakukan Evaluasi

Setelah selesai melakuan presentasi, maka Anda sudah mempunyai pengalaman baru. Mengutip pernyataan John C Maxwell, dalam bukunya Make Today Count (reviewnya akan meluncur setelah artikel yang satu ini) tidak semua pengalaman menjadi guru terbaik, tetapi pengalaman yang dievaluasilah yang menjadi guru terbaik.

Walaupun Anda merupakan ‘ahli’ di bidang tersebut, bukan berarti Anda merasa berkuasa. Ingat, tujuan Anda adalah menyampaikan materi agar peserta paham.

Catat hal-hal yang menjadi titik kritis saat Anda menyampaikan presentasi. Apakah peserta acuh tak acuh mendengarkan materi, apakah peserta terlihat mengantuk dan bergantian pergi ke toilet atau bahkan media yang Anda gunakan sering menggangu penyampaian presentasi.

Evaluasi ini perlu dilakukan sehingga Anda bisa selalu memperbaiki terus apa yang menjadi kelemahan saat melakukan presentasi sebelumnya. Performa Anda sebagai trainer pun akan dinilai baik oleh peserta maupun panitia.

Peserta batch berikutnya sebelum berangkat pelatihan pasti akan bertanya ke peserta batch sebelumnya, siapa saja yang menjadi trainer. Ketika nama Anda disebutkan, peserta pun akan senang mendengarnya. Hal ini disebabkan karena reputasi yang Anda miliki bagus.

Demikian halnya dengan atasan atau panitia yang selalu mengikuti perkembangan di setiap kali Anda memberikan materi. Mereka akan melihat bahwa dari pelatihan satu ke pelatihan berikutnya, performa Anda mengalami peningkatan.

Evaluasi yang telah dilakukan akan berguna saat Anda menyampaikan materi. Sebagai contoh, saat di tengah materi Anda melihat antusiasme peserta menurun, Anda segera mengambil langkah. Misalnya dengan memberikan selingan humor atau games menarik. Bila Anda tidak peka dengan hal tersebut, peserta lama kelamaan akan beralih ke mode senyap, alias mengantuk sampai tidur. ?

Saya teringat tayangan Youtube tentang seorang dosen pengganti yang menyampaikan teori tentang The Physic of Sound. Selama 10 menit pertama, kuliah sangat membosankan. Sampai akhirnya sang dosen mempraktekan perbedaan bunyi-bunyi frekuensi rendah sampai dengan tinggi dengan keahlian beatboxnya. Isi kelas pun bergumuruh.

Walaupun video ini merupakan lelucon, karena sang dosen pengganti adalah professional beatboxer, hal ini menunjukan bahwa kepiawaian pemateri dalam menyampaikan materi dengan baik akan menarik perhatian audiens.

Demikian 5 Tips Sukses Menjadi Trainer yang bisa Anda aplikasikan langsung.

Semoga bermanfaat.

Gambar : pixabay
~ Road Trip Batumarta – Palembang 10:09 ~

 

2 thoughts on “5 Cara Menjadi Trainer Hebat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *