Ingin Mempunyai Income Sampingan? 5 Langkah Memulai Bisnis Rumahan ini Layak untuk Dicoba.

1482880192191
Photo Credit : Koleksi Pribadi

Pernah dengar iklan seperti ini: Apakah kebutuhan semakin meningkat namun pendapatan segitu-gitu aja? Pasti pernah. Justru semakin sering, karena ternyata sekarang anda berada pada posisi yang memang membutuhkan income sampingan.

Pertanyaan selanjutnya, mulai darimana?
Mulai bisnis skala rumahan. Modalnya kecil, mudah dilaksanakan dan risiko juga kecil. Tapi. Ada tapinya nih. Keuntungannya juga masih kecil juga dong. Khan baru mulai.

Nah, untuk setiap langkah besar tentunya didahului dengan langkah kecil dulu. Bila lakoni dengan baik, bisnis rumahan anda pun kelak menjadi cikal bakal sebuah start up company.

Memulai bisnis rumahan memang gampang kedengarannya. Tapi susahnya tantangannya akan muncul saat memulainya. Oleh karena itu perlu langkah-langkah memulainya biar lancar.

Referensi bagaimana memulai bisnis rumahan sangat mudah didapatkan. Tinggal ketik kata kuncinya. Ada banyak tips yang siap pakai disana.

Nah, 5 langkah yang akan dipaparkan oleh blog kesayangan anda ini menambah khasanah referensi yang sudah ada.

Mari kita simak satu per satu.

#1 Mencari Ide dan Informasi. Ide bisnis bisa anda dapatkan dimana saja. Tetapi pilihlah yang anda memang suka menjalankannya. Ide bisnis bisa dari hobi atau keahlian yang anda miliki.

Sebagai contoh, ide bisnis dari sebuah hobi. Selain menulis, saya sesekali menggambar kartun. Saat saya menulis artikel ini, saya melihat buku komik anak saya. Tercetuslah ide untuk membuat naskah komik lalu tawarkan kepada komikus tersebut. Hasilnya? Nanti saya kabari, masih in progress. Hehehe.

Ide atau peluang bisnis (link ke peluang bisnis) bisa didapatkan lewat pengamatan saat melihat sebuah usaha dan ternyata di wilayah sekitar anda tersebut belum ada usaha sejenis. Inilah yang memberikan ide kepada kawan saya yang memutuskan untuk berjualan jus buah di depan rumahnya. Omsetnya luar biasa. Dia berhasil menciptakan pasar baru di wilayahnya.

Atau bisa saja ide itu dari melihat kawan yang sudah punya usaha, modalnya kecil, dan tidak ribet. Intinya kapan ketemu modal kecil dan mudah dilaksanakan langsung jalan.

Selanjutnya, setelah anda mendapatkan ide bisnis yang akan dilakoni. Saatnya anda cari informasi terkait usaha yang akan anda lakukan. Informasi terkait bisa dengan mudah didapat dari internet, atau dari pelaku usaha.

Informasi awal dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran darimana anda mendapatkan sumber bahan baku, cara proses, sampai ke pemasaran dan penjualannya. Namun, untuk awal-awal pilihlah yang simple dan mudah dilaksanakan. Ada stok barang lalu ada pembeli, laksanakan saja. Tapi setelahnya tetap harus ada evaluasi.

Bagaimana dengan business plan? Jangan langsung pakai business plan untuk skala korporasi besar karena ingin langsung punya profit besar. Buat penyesuaian terlebih dahulu. Bila di adjust sesuai kebutuhan business plan akan sangat membantu.

#2 Cari Cerita Gagal. Gampang banget cari success story. Nah sekarang cari cara lain, cari cerita gagal usaha. Sekarang sudah banyak referensi failed story. Kenapa mesti cari cerita gagal. Dengan memahami kegagalan usaha, harapannya kita tidak perlu melakukan keaalahan yang sama.

Sebagai contoh, kawan saya yang mulai bisnis usaha minuman langsung memperkejakan orang lain pada hari pertama dia memulai bisnis. Sejak itulah dia menjadi boss. Namun, luput dari perhatiannya adalah ketika dia memutuskan untuk merekrut seorang karyawan, dia tidak memperhatikan potensi income yang masuk. Hasilnya, tiap bulan dia mulai kebingungan. Karena beban biaya tetap menghantuinya. Hiii takut.

Lain lagi dengan cerita yang satu ini. Sahabat saya, sebut saja Agung (mungkin saja nama sebenarnya). Uang hasil usaha kecilnya masih sering kecampur uang pribadi. Sehingga hasil usahanya tidak terlihat ada kemajuan. Hal ini diperparah dengan lemahnya pencatatan. Yang pasti, cerita sahabat ini, sejak memulai usaha, memu makannya sedikit wah bak restoran mewah (jadi kayak iklan). Tapi, pas dia mau order bahan baku untuk usahanya, mulai deh dia merogoh kocek sendiri. Ampuun.

Bila mau contoh kongkrit kegagalan usaha, perhatikan saja di wilayah sekitar rumah anda. Berapa banyak usaha yang dulu ada sekarang usahanya tinggal papan nama saja. Bila ditelusur banyak faktor yang memyebab kegagalan usaha tersebut.

Nah, cerita-cerita seperti itu akan memberikan gambaran kepada kita bahwa baik besar maupun kecil, yang namanya usaha dengan harapan ada return, tetap harus dikelola dengan baik.

#3 Pengetahuan Manajemen. Ketika kawan saya yang punya usaha toko bangunan, meminta pendapat saya terkait strategi bisnis, saya pun (dengan sok tahunya, hehehe), memberikan gambaran tentang strategi-strategi bisnis yang pernah dilakoni oleh perusahaan besar.

Hasilnya kurang memuaskan. Kenapa? Karena strategi bisnis tersebut bukan sesuatu yang mudah diduplikasi. Tentunya strategi didasarkan atas hasil analis lingkungan baik internal maupun internal. Nah, demikian juga untuk bisnis skala rumahan ini. Strategi yang dibuat sesuai kebutuhan dan skala usahanya.

Maka, seiring berkembangnya usaha anda, maka berbagai pengetahuan manajemen yang akan dapat mengimplementasikan strategi diperlukan. Ketika usaha anda mulai berkembang, dan membutuhkan bantuan orang lain, maka ada perlu mempelajari dan memahami manajemen SDM.

Manajemen Keuangan sudah mulai diperhatikan ketika anda berniat melakukan tambahan modal. Manajemen operasional pun sudah mulai dilakukan ketika permintaan produk sudah mulai banyak order dan anda perlu melakukan efisiensi sehingga harga tetap bersaing.

Nah, manajemen-manajemen dasar yang disebutkan di atas belum perlu dilakukan apabila usaha anda pada posisi belum berkembang. Oleh karena itu cukup lakukan saja monitoring dan evaluasi yang sederhana. Seperti pada usaha rumahan yang menjual air mineral dalam kemasan, dimana dilakukan input pembelian per konsumen. Monitoring data tersebut kemudiam diolah sehingga menjadi informasi yang dapat dievaluasi.

hosting murah

Dari monitoring dan evaluasi sederhana tersebut, dapat terlihat bahwa pelaku usaha dapat menjemput bola karena sudah mengetahui kapan stok pembeli kosong. Dari informasi itu juga, kita bisa merencanakan pembelian dari supplier. Karena bila tanpa pesan terlebih dahulu untuk barang-barang tertentu agak sulit mendapatkan barang. Data yang kita olah menjadi informasi ini pun berguna untuk memprediksi pendapatan yang akan diterima.

#4 Mencari Mentor. Ini yang anda perlukan. Siapapun bisa menjadi mentor anda. Keluarga, kawan, rekan kerja, atau siapapun yang anda rasa cocok untuk selalu memberi anda semangat.

Memang ada baiknya mentor yang anda pilih adalah orang yang mengerti dengan usaha yang anda lakukan. Sehingga apa yang menjadi masalah anda, akan segera ada solusinya.

Walaupun ini memudahkan usaha anda, tetapi ada lekurangannya. Daya kreativitas akan berkurang karena anda dengan mudahnya menyerah dengan berbagai kesulitan. Bila ada masalah tinggal menghubungi mentor, maka urusan selesai. Daya juang anda pun akan melemah. Sebaiknya sebelum menghubungi mentor, selesaikan dulu, sampai anda benar-benar merasa stuck.

Seorang mentor bisa juga yang tidak perlu mengerti tentang usaha yang anda lakoni. Mereka bisa berasal dari orang yang selalu menyemangati anda ketika anda sedang dalam masalah dengan usaha anda.

Seorang mentor yang baik pasti senang dengan anak didiknya yang berhasil. Oleh karena itu carilah tipe orang yang memang mau memberi kita nasehat dan masukan yang berguna.

Bagi anda yang sudah berkeluarga, tentu istri atau suamilah yang akan menjadi mentor anda yang pertama. Bagi yang masih memiliki ayah dan ibu, mereka juga bisa menjadi mentor anda (dukungan keluarga akan dibahas pada poin 5). Mereka berdua sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Walaupun dunia teknologi sudah berkembang lebih jauh dibanding saat mereka seumuran dengan kita, namun petuah mereka tentang falsafah hidup masih tetap relevan.

#5 Dukungan penuh Keluarga. Namanya juga bisnis rumahan, bisa jadi anda akan memakai salah satu ruangan di rumah untuk dibuat sebagai tempat penyimpangan barang atau kantor dari usaha. Untuk itu perlu dukungan keluarga.

Bila anda masih tinggal dengan orang tua, izinlah dan minta dukuangan dari mereka. Bila anda tiba-tiba buka usaha warnet di rumah, tentu ayah dan ibu akan syok ketika rumah mereka tiba-tiba ramai.

Demikian juga bagi anda yang sudah berkeluarga. Anak-anak diberi pemahaman bahwa ada suatu ruangan yang dipakai untuk menjalankan usaha. Sampaikan saja ke mereka bahwa perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Apple juga dimulai dari skala rumahan. Mereka memulainya dari sebuah garasi rumah.

Dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Karena untuk bisnis skala rumahan, semuanya masih campur campur antara keluarga dengan usaha. Uang hasil usaha masuk dompet, bahkan gabung dengan uang pribadi. Nah, saat wisata kuliner ke rumag makan favorit, tinggal pakai uang di dompet. Entah uang gaji atau uang hasil usaha yang dipakai. Yang penting kenyang. Hehehe.

Atau cerita yang satu ini. Suami yang pulang kerja, disajikan makanan yang mewah oleh istrinya. Besoknya pas buka catatan penjualan usaha sampingannya, terkejut. Karena hanya catatan saja, uangnya habis buat belanja makanan yang mewah tadi. Waduh.

Itulah 5 tips saat anda memutuskan untuk memulai bisnis rumahan yaitu melalui pencarian ide dan informasi usaha, mengetahui dasar manajemen, cerita tentang kegagalan usaha, mendapatkan mentor yang baik serta dukungan penuh dari keluarga.

Semoga bermanfaat.

3 thoughts on “Ingin Mempunyai Income Sampingan? 5 Langkah Memulai Bisnis Rumahan ini Layak untuk Dicoba.”

  1. Salam sukses,
    Terima kasih telah menyediakan artikel ini, dan sangat membantu saya dalam mengembangkan bisnis. Apakah Aksi Manajemen mempunyai ebook bisnis yang diperjual belikan? jika ada mohon informasi cara pembeliannya.

    Terima Kasih.
    dari Anaogi

    1. Salam sukses kembali,
      blog aksi2manajemen belum mempunyai ebook.
      untuk jangka panjang kami akan membuat buku dalam bentuk hard copy,
      terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *