Manajemen Mudik

rv-2788677_1920

Menarik sekali catatan perjalanan mudik yang saya baca di blog ini.

Mudik merupakan sebuah proses perjalanan menuju sebuah tujuan, yaitu kampung halaman.

Dibalik kesuksesan mudik, ada sebuah perencanaan yang baik yang dieksekusi dengan baik juga.

Oleh karena itu, perjalananan mudik menjadi sebuah miniatur implementasi sebuah proses manajemen sebuah organisasi. Di sana ada: perencanaan, pembagian tugas, eksekusi dan evaluasi.

Bila ingin mencari referensi terkait hubungan perencanaan dan eksekusi bisa mampir di bukumanajemen.

Dalam mencapai sasaran target yang ingin dicapai, sebuah organisasi menyusun sebuah perencanaan. Perencanaan disusun dengan memetakan sumberdaya yang tersedia.

Bila sumber daya tidak tersedia, maka diertimbangkan apakah perlu membeli atau outsource.

Saat kita merencanakan mudik untuk pulang ke kampung halaman, sudah direncanakan kapan berangkat, moda transportasi dipilih, barang-barang yang akan dibawa, dan anggota keluarga yang ikut. Semakin detail perencanaan yamg dibuat, akan mempermudah proses dalam perjalanan.

Bila memilih moda tranportasi kendaraan pribadi, pasti dicek dulu kondisi kendaraan apakah oli mesin, minyak rem, air radiator, kondisi ban semuanya dalam kondisi baik.

Sama halnya dalam perencanaan sebuah organisasi. Dipastikan ketersediaan jumlah tenaga, jumlah kendaraan, mesin yang layak operasi.

Layaknya sebuah organisasi yang selalu terbuka dengan kondisi eksternal, maka saat mudik pun harus peka dengan kondisi luar.

Misalnya, untuk mudik tahun ini sudah mulai dibuka beberapa tol baru. Pemudik harus respon dengan kondisi ini. Contohnya dengan menyiapkan kartu etoll.

Nah, kebayang khan yang sudah 2 tahun tidak pulang kampung, lalu tanpa perencanaan yang matang kebingungan karena ketika sudah di gerbang tol hanya melayani pembayaran non tunai.

Setelah perencanaan yang matang, saatnya membagi tugas. Dalam perjalanan mudik pun ada yang namanya bagi-bagi tugas. Ada yang bertugas sebagai pengemudi, ada yang bertugas sebagai bendahara dalam pengeluaran biaya selama perjalanan.

Ada yang bertugas sebagai pembaca peta dan informasi, ada yang bertugas sebagai mekanik bila masalah dengan mesin kendaraan dan sebagainya.

Pembagian tugas seperti ini sudah pasti akan memperlancar perjalanan sehingga ketika sampai di tujuan bukan hanya selamat tapi juga nyaman.

Seperti halnya sebuah organisasi ketika perencanaan sudah dibuat, maka langkah selanjutnya adalah pembagian tugas. ada yang bertugas sebagai pelaksana operasional, ada yang bertugas sebagai penyedia layanan teknis, ada yang bertugas memastikan keamanan, ada yang bertugas di bidang legal dan sebagainya.

Pembagian tugas yang besar dipecah menjadi aktivitas yang lebih kecil dan mempunyai penanggung jawab masing-masing. Sehingga sasaran yang dicapai akan mudah diraih.

Bandingkan apabila ada tujuan yang ingin dicapai namun hanya dibebankan pada satu orang saja.

Saat perjalanan mudik, ketika perencanaan sudah disusun lalu semua orang yang ikut serta sudah dibagi tugas-tugasnya, maka langkah selanjutnya adalah berangkat menuju tujuan.

Kalau hanya punya rencana mudik namun tidak berangkat-berangkat, maka namanya menghayal :).

Dalam organisasi yang lebih kompleks, ketika perencanaan sudah disusun dengan baik, namun saat implementasi sering mengalami hambatan. Bahkan ada kalanya antara perencanaan dan implementasi di lapangan bisa menyimpang jauh.

Dalam perjalanan mudik, hal ini diibaratkan dengan nekadnya supir melanjutkan perjalanan walaupun rencana awal menyebutkan mengisi BBM di tempat pengisian pada kilometer tertentu. Dijamin mobil akan mogok di perjalanan.

Penyimpangan demikian perlu segera diluruskan, karena apabila tidak dipwrbaiki bukan mustahil sasaran yang akan dicapai akan meleset.

hosting murah

Seorang navigator yang membantu driver mengingatkan apabila terjadi penyimpangan jalan yang ditempuh.

Demikian halnya dalam organisasi, bila dalam operasional mulai melenceng dari sasaran semula, maka segera dilakukan tindakan. Sehingga sumberdaya yang sudah dialokasikan tetap tepat pada alokasinya masing-masing.

Selanjutnya dalam perjalanan mudik, yang perlu diingat adalah perjalanan kembali ke tempat semula.

Ya, jangan sampai kita habiskan semua energi maupun sumberdaya kita setelah sampai di tempat tujuan. Padahal perjalanan arus balik kadangkala mempunyai tantangan sendiri.

Oleh karena itu perjalanan arus balik pun perlu direncanakan dengan baik. Saat sampai di tujuan mudik, rencana arus balik segera di-adjust sesuai apa yang ditemui saat perjalanan keberangkatan.

Harapannya adalah kelancaran dan kenyamanan saat menjalani arus balik.

Demikian juga dengan organisasi, ketika target tahun berjalab telah tercapai, harus siap-siap untuk memenuhi target berikutnya.

Umumnya, pada pertengahan tahun berjalan sebuah organisasi sudah mulai ancang-ancang untuk mempersiapkan target tahun depan.

Faktor internal maupun eksternal yang dihadapi pada tahun berjalan, menjadi asumsi pada penyusunan target yang akan datang.

Demikian pantauan mudik dari sisi manajemen :).

Selamat mudik dengan selamat dan nyaman.

1 thought on “Manajemen Mudik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *