5 Tips ini Bisa Membuat Anda menjadi Rekan Kerja yang Baik

office-336368_1920

gambar : pixabay

Bagi Anda yang bekerja di sebuah perusahaan ataupun mempunyai usaha sendiri, pasti tidak lepas dengan yang namanya rekan kerja atau business partner.

Dalam lingkup kerja tim yang mengutamakan kepentingan bersama daripada individu, adanya rekan kerja akan membantu penyelesaian sebuah aktivitas pekerjaan.

Tapi, mereka bisa menjadi faktor penghambat juga.

Oleh karena itu, kita pastinya menginginkan seorang rekan kerja yang sesuai dengan harapan kita.

Sebelum kita sendiri yang ingin rekan kerja seperti apa, mari kita jadikan dulu diri kita sendiri layak menyandang sebagai seorang rekan kerja yang baik.

Blog kesayangan Anda ini akan menyampaikan 5 tipsnya, agar anda bisa menyandang gelar tersebut di atas.

Kita lanjutkan bacaan artikel ringan ini sambil menikmati udara pagi yang segar dan kicauan burung.

1. Saling Mendukung
Bagaimana perasaan Anda? Ketika salah seorang rekan kerja , yang selama ini menjadi tandem dalam menyelesaikan tugas-tugas kantor, tiba-tiba dipromosikan. Kalau saja dia dipromosikan di tempat lain, pasti Anda sangat mendukungnya. Tapi bagaimana bila dia kemudian menjadi atasan anda?

Wajar sih, kalau terjadi penolakan di awal. Penolakannya juga tidak begitu kentara. Anda merasa bahwa selama ini pekerjaan diselesaikan bersama, namun malah rekan kerja Anda yang dipromosikan.

Yang terjadi adalah Anda akan malas-malasan menyelesaikan tugas, karena Anda berpikir bahwa nanti yang dapat nama adalah atasan anda yang notabene bekas rekan kerja.

Hal tersebut tidak perlu terjadi. Dimana pun posisi rekan kerja sekarang, Anda harus terus mendukungnya. Semua ini untuk tujuan bersama yaitu pencapaian sasaran organisasi.

Sehingga walaupun rekan Anda sekarang berada di posisi atasan, dukungan Anda melalui kualitas kerja yang bagus harus tetap dipertahankan.

Dukungan Anda ini akan memberikan efek positif. Siapa tahu atasan Anda diminta mempromosikan seseorang di divisinya. Tentu nama Anda yang akan pertama muncul.

Demikian juga, rekan kerja yang lain melihat betapa dukungan Anda ke atasan begitu optimal. Sehingga ketika suatu saat Anda naik jabatan, rekan-rekan kerja ini pun yang menjadi bawahan siap mendukung pekerjaan di bagian Anda.

2. Saling Membantu dalam Kesulitan
Anda sudah terbiasa menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dengan kualitas yang prima. Demikian juga saat Anda bergabung dalam sebuah tim.

Namun, seringkali terjadi rekan tim Anda malah mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya. Memang terkesan wajar, apabila Anda tidak membantunya. Karena setiap anggota tim mempunyai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Tetapi, sikap ini bertolak belakang dengan tujuan tim. Aktivitas pekerjaan yang terhambat akan menjadi hambatan pada aktivitas lainnya. Bahkan hambatan ini apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan konflik dalam tim.

Sebelum kita sendiri yang ingin rekan kerja seperti apa, mari kita jadikan dulu diri kita sendiri layak menyandang sebagaiĀ seorang rekan kerja yang baik.

Tidak ada salahnya Anda membantu rekan kerja yang mengalami kesulitan. Kesulitan bisa terjadi karena rekan satu tim ini masih kurang berpengalaman. Bisa jadi ada hal lain seperti sumber daya untuk penyelesaian tugasnya tidak sempurna.

Anda pun harus menyadari, bahwa suatu saat tidak menutup kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam penyelesaian pekerjaan.

Apabila kita senang membantu, maka tentunya orang yang pernah kita tolong akan langsung balik membantu, tanpa harus berpikir dua kali.

Anda tidak akan pernah menduga bahwa diantara rekan kerja yang ada, satu diantaranya akan memberikan solusi yang tepat. Tim pun akan berjalan efektif.

hosting murah

3. Knowledge Sharing
Anda pasti pernah mengalami di mana seorang rekan kerja selalu dikirim oleh perusahaan untuk mengikuti seminar atau pelatihan. Kemudian dia pun selalu mendapat apresiasi karena pengetahuannya yang luas. Sedangkan rekan-rekan kerja yang lain hanya sampai terkagum-kagum saja.

Bila suatu saat Anda lah yang dikirim perusahaan, maka jangan melakukan hal sama. Anda akan mengalami kesulitan di kemudian hari.

Setiap sebuah topik tertentu muncul di forum manajemen, Anda akan selalu dipanggil untuk menyelesaikannya. Karena Anda yang tahu sendiri topik tersebut maka Anda sendiri yang harus menyelesaikan.

Bayangkan ketika Anda mendapat tugas menjadi anggota tim sebuah proyek yang membutuhkan fokus yang tinggi. Lalu tiba-tiba atasan menghubungi Anda, membutuhkan Anda menyelesaikan sebuah tugas yang spesifik tadi, dikarenakan rekan kerja di divisi Anda tidak ada yang mengetahui tentang hal itu.

Sebaiknya semua pengetahuan yang didapat oleh seseorang sudah selayaknya di-share kepada personil yang lain. Tujuannya adalah agar pengetahuan bisa tersebar luas dan merata di setiap bagian organisasi.

Apabila sebuah pengetahuan itu merupakan sebuah best practice yang akan diterapkan di dalam organisasi, maka akan mudah implementasinya karena semua orang sudah memahaminya.

Ketika pengetahuan tersebar dengan luas, setiap insan dalam organisasi akan beriringan mencapai tujuan organisasi.

Aktivitas berbagi pengetahuan ini pun akan lebih memberikan manfaat yang luar biasa, ketika diwadahi oleh sebuah knowledege centre.

4. Saling Mengingatkan
Suatu waktu rekan kerja tersandung masalah, lalu atasan memilih Anda untuk menyelesaikan tugasnya. Anda sebenarnya tahu sejak awal, langkah yang diambil rekan kerja adalah salah, tapi Anda memilih untuk tidak mengingatkannya. Karena bukan tugas dan tanggung jawab Anda.

Bila hal ini terjadi, suasana kerja menjadi tidak kondusif. Rekan kerja pun seolah memusuhi anda karena membiarkannya terjerumus dalam masalah.

Hal ini bila berlarut akan berakibat kepada kenyamanan bekerja. Anda harus mengambil sikap berubah dari yang awaknya tidak acuh menjadi mulai perhatian.

Anda yang berkeinginan menjadi seorang rekan kerja yang baik tentu h