Pengembangan SDM ala Master Roshi

IMG_20180904_193752
gambar: dragonball.wikia.com

Anda tentu pernah menonton film kartun karya Akira Toriyama yang terkenal itu. Yup, Dragon Ball. Kamehameha!

Dengan tokoh utama Son Go Ku, film serial kartun ini pun berkembang dari sejak sang tokoh di masa anak-anak sampai di usia dewasa

Nah, pada awal tulisan kali ini saya akan mengulas serial Dragon Ball yang pertama, ketika Son Go Ku masih kecil.

Lebih spesifik lagi, ketika dia dan Kuririn mengikuti latiahan dengan Muten Roshi untuk ikut Turnamen Tenkaichi Budokai.

Satu hal yang perlu dicermati dalam kisah tersebut adalah baik Goku maupun Kuririn telah mempunyai dasar bela diri. Dasar bela diri Goku didapat dari kakeknya Son Go Han, sedangkan Kuririn mendapatkannya dari kuil Orin.

Ternyata latihan bela diri yang diharapkan keduanya tidak didapatkan. Sang guru malah memberikan latihan anti main stream.

Alih-alih memberikan latihan bertempur, Master Roshi malah mengajarkan keduanya mengantar susu dari peternakan ke pelanggan yang rumahnya di atas bukit, membajak ladang dengan tangan, dan membantu sebuah proyek pembangunan.

Bahkan selama proses latihan, keduanya di beri cangkang kura-kura yang sangat berat. Ditambah dengan pengejaran oleh ikan hiu dan T-Rex.

Sepanjang latihan mereka selalu bertanya-tanya kapan mereka dilatih untuk bertarung.

Hingga saat pertandingan perdana di turnamen itulah, mereka baru menyadari bahwa sang guru hanyalah memperkuat atau meningkatkan kemampuan dasar bela diri yang telah mereka miliki.

Mereka yang awalnya menyepelekan jenis latihan yang mereka terima, akhirnya tahu bahwa mereka telah diberikan pelatihan terbaik oleh sang guru.

Lalu apa hubungan cerita itu Son Goku ini dengan sebuah organisasi?

Nah inilah keunggulan blog kesayangan Anda ini, yang mampu mengulas hal yang terlihat biasa menjadi sebuah learning point.

O ya sebelum melanjutkan, kami mempunyai blog partners yang mengangkat tema serupa yaitu manajemen: bukumanajemen dan tips manajemen. Silahkan mampir.

Kembali ke topik.

Ketika sebuah perusahaan akan merekrut karyawan baru, ada beberapa alternatif pilihan kriteria yang diambil. Apakah calon rekrutan tersebut fresh graduate atau calon yang sudah punya pengalaman kerja minimal 2 tahun.

Untuk bahasan kali ini, kita memilih alternatif yang kedua untuk tulisan ini. Calon rekrutan sudah mempunyai pengalaman di bidangnya.

Dalam proses rekrutmen tersebut, akan diketahui pengalaman apa saja yang dimiliki oleh calon. Hal ini memberikan dokumen catatan yang akan berguna bagi organisasi untuk penyuaunan program pengembangan SDM selanjutnya.

Selanjutnya menjalani proses seleksi, beberapa calon pun diterima sebagai bagian dari organisasi. Namun, sebelum mereka benar-benar dilepas, perusahaan mempunyai program yang harus mereka lewati: masa orientasi dan program pendampingan.

Program tersebut dibuat agar karyawan baru ini walau mempunyai pengalaman kerja harus tetap align dengan budaya perusahaan yang ada. Sehingga pada saatnya nanti, mereka akan bergerak sesuai dengan pola dan sistem kerja yang berlaku.

Tibalah saat masa orientasi dan masa pendampingan berakhir, mereka pun ditempatkan di pos nya masing-masing. Mereka sedang menjalani turnamen Tenkaichi Budokai. Mereka bersama timnya harus menjadi pemenang dan memberikan kontribusi positif untuk organisasi.

Ternyata, pada saat penempatan mereka merasa ada peningkatan kompetensi. Pengalaman kerja mereka di tempat lama yang dikombinasikan dengan masa orientasi dan pendampingan menjadikan mereka menjadi pribadi organisasi yang lebih baik.

Memang awalnya mereka mengeluh ketika menjalani masa orientasi dan pendampingan. Mereka mempunyai keinginan untuk langsung berlari kencang dan bertarung di dunia bisnis karena pengalamannya.

Namun, ternyata organisasi yang mempunyai strategi sendiri dalam pengembangan SDM-nya. Hasil dari strategi itu adalah mereka tidak hanya mampu berlari dan bertarung saja. Tetapi telah tercipta generasi baru di perusahaan itu yang tidak hanya mampu berlari cepat tapi juga meraih garis finish pertama. Tidak hanya mampu bertarung, tapi juga menjadi pemenang pertandingan.

hosting murah

Selanjutnya apa learning point yang didapat dari latihan ala Son Goku dan Kuririn ini, khususnya bagi karyawan baru yang sudah mempunyai pengalaman kerja di tempat sebelumnya.

Pertama, jangan pernah meremehkan pengalaman atau kompetensi dasar diri yang sudah ada. Itu merupakan keunggulan diri. Bila dikombinasikan dengan program pengembangan SDM yang tepat, hal itu akan menjadi kekuatan dahsyat yang bukan hanya berguna bagi individu tapi juga organisasi.

Kedua, jangan pernah mengeluh dengan program pengembangan SDM yang dijalani. Jangan merasa sudah ahli di bidangnya, program orientasi dan pendampingan pun diabaikan. Selama program berlangsung, tetap berpikiran positif maka program tersebut akan memberikan hasil terbaik.

Terakhir, ketika saatnya tiba, maksimalkan potensi diri yang sudah dimiliki. Tunjukan hasilnya dengan adanya peningkatan kinerja organisasi. Jangan ragu dengan kekuatan kita sendiri.

Seperti halnya Master Roshi yang punya pola latihan yang unik dari umumnya, setiap organisasi pun mempunyai strategi masing-masing dalam pengembangan SDM-nya.

Apapun bentuk programnya, tujuannya adalah meningkatkan produktivitas dan pencapaian kinerja.

Selamat menikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *