Seberapa Epic sih Film Avengers: Infinity War

images

Gambar: https://www.sideshowtoy.com

Catatan:
Bagi yang belum nonton film Avengers: Infinity War, sebaiknya nonton dulu sebelum membaca artikel ini. Tulisan yang dibuat oleh penggemar Marvel Comics ini mengandung spoiler.

O ya, selain bicara Marvel, akan disinggung juga tentang DC dan lainnya sebagai referensi tulisan.

Avengers: Infinity War (A:IW) bikin heboh seminggu ini. Pendapatan kotor yang diperoleh dari minggu pertama pembukaan sudah mencapai rekor tersendiri.

Tentunya, kualitas film itu sendiri yang menentukan.

Seberapa epik sih film ini?

Mari kita ulas.

Ketika saya menonton film Captain America: Winter Soldier, saya merasakan koreografi pertarungan duel yang keren. Terutama pertarungan antara Winter Soldier dan Cap. Level pertarungan yang keren ini pun berlanjut dalam film Avengers: Civil War.

Tentu saja, dalam A:IW, yang merupakan lanjutan dari film-film yang sebutkan tadi, pertarungan menjadi super keren. Anda tidak akan pernah membayangkan film yang diadaptasi dari komik menjadi sangat bagus untuk dinikmati.

Pernah nonton 2 film Fantastic Four (FF)? Pertama dan yang reboot? Entah apa yang salah dengan kedua film tersebut, saya merasa hambar menontonnya. Bahkan 2 tokoh favorit saya, Silver Surfer dan Dr. Doom kurang dieksplor dengan baik.

Tetapi ada hal menarik dalam 2 film FF. Kedua pemeran Human Torch di masing-masing film, comeback dengan penampilan terbaik di Marvel Cinematic Universe (MCU) sebagai Captain America dan Erik Killmonger.

Lalu kenapa saya membawa film FF dalam mengulas A:IW? Karena tentang penggambaran alam semesta yang luas. Tampilan pengembaran Silver Surfer dari planet ke planet belum sebanding dengan petualangan Star Lord dkk di Guardians of Galaxy (GG). Dalam GG, tampilan alam semesta begitu indah terlihat.
Oleh sebab itu, kebayang khan dalam GG tampil bergabung dengan Avengers menghadapi Thanos, bagaimana tampilan alam semestanya. Pokoknya mantap!

Beberapa tahun yang lalu, salah satu tv swasta menayangkan film anime Dragon Ball Z. Setiap Son Go Ku bertemu dengan tokoh jahat, saya selalu berpikir kalau ini adalah musuh terbesarnya karena kekuatan yang berimbang. Namun seiring berjalannya serial tersebut, tokoh jahat yang muncul mempunyai kekuatan tambah mengerikan. Menariknya, Son Go Ku pun semakin lama semakin kuat dan mampu mengalahkan musuhnya.

Demikian juga dalam film-fim Avengers atau film MCU lainnya. Para tokoh jagoan bertemu dengan villain dari yang level biasa sampai yang luar biasa. Seperti Cap di awal bertarung dengan Red Skull sampai ke Ultron. Sehingga sampai di film A:IW, kemampuan tokoh utama menjadi meningkat. Bahkan teknologi Iron Man dalam A:IW pun semakin canggih menggunakan teknologi nano (terlihat seperti simbiot Venom).

Kalau sempat membaca event DC Comics, simak Flashpoints. Dalam event tersebut diceritakan bagaimana Barry Allen mengumbah lini waktu. Sehingga Batman yang kita kenal saat ini bukanlah Bruce Wayne, tetapi Thomas Wayne (sang ayah). Selain serial utamanya, ada serial tie in nya yaitu menceritakan tentang Thomas Wayne itu sendiri.

Dalam MCU, yang dimulai pada tahun 2008 dengan film pertama Iron Man, telah menyuguhkan berbagai tie In yang saling berhubungan sampai ke A:IW. Tentunya, kita akan tahu dalam film ini apa yang menyembabkan Cap kehilangan tamengnya, Winter Soldier kehilangan iron armornya, sosok di balik war machine mesti memakai penyangga kaki dsb. Walaupun kita bisa menonton semua atau tidak film-film MCU tersebut, rekomendasi terbaik adalah tonton semua :). Saat menikmati A:IG akan terasa bedanya.

Dalam komik Marvel, banyak big events yang melibatkan banyak karakter. Ada Civil War, Age of Ultron, Age of Apocalypse, House of M, Infinity Gauntlet dan sebagainya. Dalam versi komiknya, Age of Ultron menceritakan bagaimana pengembaraan antar waktu Wolverine dan Invicible Woman. Hal ini tidak kita dapatkan di versi filmnya. Beberapa adaptasi lainnya juga belum pas.

Nah, dari semua yang difilmkan, Infinity War yang paling josss. Udah kebayang nih buat yang belum nonton :).
Infinity War menyuguhkan tayangan yang epik. Betul-betul film super heroes yamg super super keren. Semua karakter mempunyai peran masing-masing. Bahkan sang bintang dalam event ini, yang sering muncul sepotong-potong di film MCU sebelumnya, Thanos memang super villain.

Semakin banyak film MCU yang rilis, semakin jelas bahwa storyline-nya berbeda dengan cerita dalam komik. Sehingga Disney sebagai pemilik Marvel akan mempunyai segmen pasar baru, yaitu penggemar komik dan penonton film.

Layaknya film-film Disney, setelah kesuksesan infinity War pun akan diikuti dengan peningkatan penjualan franchise seperti action figure dan komik itu sendiri.

Belum selesai euforia Infinity War, di belakang sudah antri untuk tayang: Ant Man and Wasp, Avengers 4, Deadpool 2, Captain Marvel dan Venom. O ya ada juga X-Men: Dark Phoenix salah satu event besar Marvel juga.

Tentunya film-film tersebut harus mampu merebut hati penonton yang puas dengan Infinity War. Atau memang para producer sudah punya rencana kalau film-film tunggal tersebut mengarah pada Infinity War part II.

Siapa tahu.
Selamat berburu six infinity stones.

hosting murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *