Ada Masalah? Baca 5 Tips Problem Solving Ini

maze-1804496_1920

Sebagai seorang Manajer, perlu memiliki hard dan soft competency yang dibutuhkan di bidang tugasnya. Salah satu soft competency yang akan dibahas di blog kesayangan Anda ini adalah problem solving ability.

Apa itu problem solving ability?

Adalah sebuah kemampuan yang dimiliki oleh seoang manajer untuk dapat mengidentifikasikan masalah, menyelesaikannya dan melakukan evaluasi atas tindakan yang dilakukannya.

Nah, untuk rincian lebih lanjut, ada 5 Tips Problem Solving yang bisa pembaca nikmati disini.

#1 Identifikasi Masalah
Suatu saat, seorang Manajer melakukan evaluasi terhadap pencapaian target mingguannya. Hasil pengamatannya memperlihatkan bahwa kinerja divisinya meleset dari target. Dia pun kemudian melakukan identifikasi masalah.

Dalam melakukan identifikasi masalah, yang perlu diingat seorang manajer adalah memastikan bahwa hal yang diidentifikasi merupakan akar masalah, bukan gejala. Gunakan pertanyaan “kenapa”.

Nantinya, solusi yang dipilih akan dapat mentutaskan masalah yaitu penyebab tidak tercapainya target yang dihadapi seorang manajer.

#2 Susun Alternatif Solusi
Setelah dilakukan identifikasi terhadap masalah yang ada, selanjutnya disusun alternatif beberapa solusi. Penyusunan ini akan lebih baik apabila dilakukan secara brainstorming.

Setelah alternatif solusi disusun, lakukan pemeringkatan, penilaian atau pembobotan terhadap solusi yang ditawarkan. Banyak model pembobotan, namun yang perlu diperhatikan adalah solusi-solusi yang dipilih akan merupakan solusi terbaik dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, perlu adanya asumsi-asumsi yang disusun terlebih dahulu.

Dalam melakukan identifikasi masalah, yang perlu diingat seorang manajer adalah memastikan bahwa hal yang diidentifikasi merupakan akar masalah, bukan gejala.

Solusi-solusi yang disusun tersebut merupakan pilihan terbaik yang diyakini mampu menyelesaikan masalah secara tuntas dan tidak berulang kembali.

#3 Pilih Solusi
Setelah alternatif disusun, saatnya memilih solusi yang terbaik. Solusi yang dipilih bisa dari pemeringkatan atau pembobotannya. Intinya solusi yang dipilih merupakan solusi yang bisa memecahkan masalah diantara alternatif solusi yang ada.

Agar solusi yang dipilih mudah diimmplentasikan, maka dalam menyusun langkah-langkah solusi, pastikan kita menyusunnya dalam kalimat kerja, misalnya “menyusun” atau “meningkatkan”. Dengan menggunakan kalimat tersebut, dengan sendirinya solusi tersebut akan mempunyai kekuatan executable alias dapat dieksekusi.

Dalam sebuah organisasi, tentunya solusi yang akan dijalankan perlu ada penanggung jawab atau PIC-nya. Apabila ada penanggung jawab dalam eksekusi solusi, diharapkan solusi tersebut akan lebih efektif dalam memecahkan masalah.

#4 Eksekusi Solusi

Saatnya melakukan implementasi solusi. Dalam tahap ini kita mengeksekusi strategi sesuai langkah-langkah yang sudah kita susun sebelumnya. Kadang kala, kita tergoda untuk mengabaikan sebuah langkah karena kita merasa masalah sudah terselesaikan.

Hal tersebut bisa saja dilakukan sepanjang, asumsi yang sudah kita buat saat menyusun langkah solusi tidak terjadi. Namun, ada baiknya langkah-langkah dilaksanakan sesuai rencana. Apakah langkah tersebut efektif atau tidak, akan dilakukan evaluasi pada langkah selanjutnya.

Dalam melakukan solusi, kita harus memastikan bahwa solusi yang kita laksanakan mampu memecahkan masalah. Jangan sampai solusi yang kita lakukan hanya sekedar menahan masalah, tanpa menyelesaikannya dengan tuntas.

#5 Evaluasi
Setelah solusi diimplementasikan, selanjutnya perlu dievaluasi apakah proses implementasi tersebut sudah efektif atau tidak. Artinya dalam tahapan ini, dapat dilihat apakah diantara langkah-langkah yang sudah disusun semuanya memberikan kontribusi atau tidak.

Selanjutnya, dievaluasi juga hasil yang diperoleh setelah solusi diimplementasikan. Sehingga bisa diketahui seberapa efektif solusi yang diimplementasikan bisa memecahkan masalah yang telah teridentifikasi.

Jangan sampai solusi yang kita lakukan hanya sekedar menahan masalah, tanpa menyelesaikannya dengan tuntas.

Apabila, dari hasil evaluasi proses dan hasil tersebut memberikan tingkat keefektifan yang baik dalam memecahkan masalah, maka solusi yang dipilih bisa dibakukan. Sehingga apabila ditemukan case yang sama, sudah ada solusi yang bisa digunakan.

O, ya, terkait bahasan Problem Solving, ada buku berjudul Problem Solving 101, karya Ken Watanabe yang review bukunya akan dibuat di blog Kang Wawan ini.

Semoga bermanfaat.

Gambar : pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *